Inisiatif Baru menjadikan Madinah “ IBU KOTA KEBUDAYAAN ISLAM ABADI “

OASIS BUDAYA: Tampak berfoto bersama Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman bersama dengan Menteri Kebudayaan dan Informasi Abdul Aziz Khoja pada pembukaan konferensi menteri kebudayaan OKI di kota.

Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman pada Selasa kemarin 21 Januari 2014  mengumumkan mengenai 13 inisiatif yang bertujuan untuk menjadikan Madinah menajadi ibukota abadi budaya Islam. Dan inisiatif tersebut dikatakan nya  telah memenangkan dukungan dari  Penjaga Dua Masjid Suci   Raja Abdullah.

Pengumuman tersebut diumumkan  pada akhir kegiatan menandai pemilihan Madinah sebagai Ibukota Kebudayaan Islam.

Inisiatif tersebut termasuk pembentukan sebuah oase untuk pembelajaran  Al-Qur’an untuk serta menjadikan  Madinah pusat kebudayaan Islam. Oasis akan memiliki hall / auala  untuk pembacaan ayat – ayat suci  Alquran, forum  diskusi serta  penelitian ilmiah.

Quba Cultural Center merupakan salah satu  proyek penting, yang meliputi musium, perpustakaan dan taman, di samping menjadikanya sebagai  pusat untuk menyambut para peziarah dan pengunjung. Perpustakaan King Abdul Aziz  dan Perpustakaan Haram juga akan dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif baru yang telah diumumkan.

Sebuah Ruang Eksebisi / pameran permanen  yang menggambarkan kehidupan dan ajaran Nabiyullah SAW akan dibangun. Pusat pameran lain akan dibentuk untuk menampilkan perjuangan dan pertempuran Nabi dalam mengekan ajaran Islam.

Gubernur mengatakan disana juga akan dibangun “  Madinah Writen Heritage”  yang mengabadikan warisan tertulis  Madinah,  serta menambahkan bahwa distrik Madinah tua akan dibuat di dalam King Fahd Park. Sebuah pusat untuk arsitektur Islami di Madinah, perluasan Museum Jalan Kereta Api Hejaz dan pengembangan penelitian dan pusat kajian Madinah adalah  inisiatif utama lainnya yang di umukan diumumkan oleh Gubernur Madinah .

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Informasi Abdul Aziz Khoja  di hadapan Pangeran Faisal bin Salman meluncurkan sebuah konferensi  untuk para menteri budaya negara – negara  OKI yang bertema “ Promotion of Cultural Rights in the Muslim World in the Service of Dialogue and Peace” di Madinah. ”

Khoja mengatakan kepada para mentri yang hadir “Negara-negara Muslim harus dipersenjatai dengan konten budaya untuk mempromosikan prinsip-prinsip Islam dan memperdalam ikatan persaudaraan, harmoni dan pengertian,” .

Ia menghargai upaya yang telah  dilakukan oleh Pendidikan Islam, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ISESCO). dia juga mencatat inisiatif Pelayan Dua tanah Suci Raja Abdullah untuk Dialog antaragama dan antarbudaya.

Konferensi terakhir di Algiers mengagendakan  untuk membuat draft rencana untuk merealisasikan  inisiatif raja. Dia mendesak para menteri untuk mendukung inisiatif Raja Abdullah.

“Konferensi  ini dilaksankan dalam program menandai Madinah sebagai ibukota budaya Islam. setahun lalu, berbagai kegiatan dan program telah diselenggarakan di kota bawah kepemimpinan Pangeran Faisal, “kata Khoja.

Dikutip dari ArabianNews.com  22 Januari 2014